Home » » JEJAK PUTERI PAHANG DI TANAH RENCONG

JEJAK PUTERI PAHANG DI TANAH RENCONG

Written By wartawan aceh on Jumat, 26 April 2013 | 16.34

Banda Aceh
Tak bisa menghabiskan liburan akhir pekan yang panjang keluar kota atau ke tempat hiburan lainnya karena isi kantong yang menipis, di saat akhir bulan seperti ini? Sepertinya hal ini tidak menjadi masalah buat warga Kota banda Aceh. Walau tak bisa berlibur ke tempat-tempat wisata diluar kota, namun mereka bisa menikmati hiburan menarik di pusat kota Banda Aceh.

Tepatnya di Taman Putroe Phang, Banda Aceh. Setiap akhir pekan, di taman yang asri ini selalu ada pertunjukkan seni. Selain bermain, pengunjung bisa menikmati berbagai atraksi seni, di panggung Art and Music Weekend Show.

Sejak dulu, taman yang satu ini memang menjadi tempat bermain bagi warga Kota Banda Aceh. Namun sejak dicanangkannya Tahun Kunjungan Wisata Kota Banda Aceh pada 2012 yang lalu, taman ini dipermak menjadi lebih cantik. Lokasi ini pun menjadi salah satu destinasi wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh.

Di Taman ini pun catatan sejarah kekuasaan kerajaan Aceh ditorehkan. Dan, hingga saat ini masih bisa dilihat dan disaksikan oleh masyarakat. Ikatan Sejarah Aceh-Malaysia Taman Putroe Phang (Putri Pahang) adalah taman yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pembangunan dilakukan atas permintaan Putroe Phang (Putri Kamaliah) permaisuri Sultan Iskandar Muda yang berasal dari Kerajaan Pahang, Malaysia.

Taman ini dibangun karena Sultan sangat mencintai permaisurinya sehingga sang permaisuri tidak kesepian bila di tinggal sultan menjalankan pemerintahan. Di dalam Taman Putroe Phang terdapat Pintoe Khop merupakan pintu yang menghubungkan istana (Meuligoe) dengan Taman Putroe Phang yang berbentuk kubah. Di mana di bawahnya mengalir anak sungai Krueng Daroy, yang selalu dijadikan oleh sang permaisuri sebagai tempat berenang dan bercengkrama bersama dayang-dayangnya.
Pintoe Khop ini merupakan tempat beristirahat Putroe Phang, setelah lelah berenang, letaknya tidak jauh dari Gunongan (sebuah taman bermain permaisuri) dan disanalah dayang-dayang membasuh rambut sang permaisuri. Di sana juga terdapat kolam untuk sang permaisuri keramas dan mandi bunga.

Sebagai seorang permaisuri, Putroe Phang memiliki kecakapan dan kebijaksanaan sehingga mahsyur di dalam masyarakat Aceh. Dalam menyelesaikan sengketa hukum, masyarakat sering meminta pendapatnya. Akibat, kebijaksanaan dan kecakapannya itulah, dia menjadi rujukan dalam penyelesaian masalah-masalah hukum. Atas kerja sama yang baik antara Sultan dan Putroe Phang-lah kerajaan Aceh Darussalam mencapai puncak keemasannya. Lalu, dengan kecerdasannya, Putroe Phang menjadi istri sekaligus penasihat Sultan terbaik.

Destinasi Wisata Historis
Saat ini pemerintah Kota Banda Aceh telah menjadikan Taman Putroe Phang, sebagai obyek wisata yang dilengkapi dengan tempat bermain anak-anak, dan lokasi pemancingan. Letaknya persis di tengah kota Banda Aceh, yakni di jalan Teuku Umar berhadapan dengan Kerkoff (komplek pemakanan tentara Belanda) .

Akses ke tempat ini sangat mudah karena letaknya di tengah-tengah kota dan bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Erna, seorang warga Peuniti, Banda Aceh, mengaku hampir setiap minggu menghabiskan waktu akhir pekannya di taman bermain ini sambil membawa anak-anak nya.

"Lokasinya tidak jauh dari rumah, dan ini menjadi tempat kunjungan utama bagi anak-anak saya, karena di sini juga atraksi kesenian setiap minggu jadi sangat menghibur," ungkapnya, usai menyaksikan sejumlah tontonan kesenian di Taman Putroe Phang, Jumat (29/2/2013)

Afrizal (29), warga Neusu Banda Aceh, juga berpendapat yang sama. Selain tempat hiduran dan liburan yang murah, lokasi ini juga menjadi sarana belajar sejarah yang asyik bagi anak-anak. "Jadinya mereka lebih tahu akan sejarah kerajaan Aceh, kalau tidak begini, sejarah ini akan hilang suatu saat, itu akan sangat disayangkan," jelas ayah satu putra ini.

Di akhir pekan yang panjang ini misalnya. Sejumlah atraksi musik yang dipertontonkan oleh grup-grup. band lokal ternama, cukup memukau para pengunjung. Selain itu ditampilkan juga atraksi tarian daerah dan kemahiran breakdance oleh anak-anak usia 10 hingga 15 tahun. "Sungguh senang bisa tampil disini, penontonnya banyak," tambah Afrizal.

Jadi, jika Anda sedang berada di Kota Banda Aceh, pastikan anda tidak melewatkan situs sejarah yang satu ini. Selain mengetahui sejarah kerajaan Aceh, anda juga bisa menikmati suasana alam yang asri dan sejuk di taman ini.(DA01)
Share this post :
 
Kantor Redaksi : Jln. Sultan Salahuddin No.31 Banda Aceh II Email Redaksi : deadline.atjeh@gmail.com II Susunan Redaksi |